Pages

Kamis, Oktober 15, 2009

Segala Puji Bagimu

Segala puji bagimu
Bagimu segala puji
Puji-pujian aku pujakan
Puja-puja aku pujikan

Pujian menutup dirimu
Tiada cela tuk keburukan
Engkau terpuji,meski tiada pemuji
Engkau mulia, meski tiada pemuja
para pemuji terpuji, para pemuja mulia
oleh pantulan puji dan kemulianMu

lirih angin menerpa dedauan, memujimu
debyur ombak meriak memujiMu
rintik hujan gemericik memujiMu
batu, tanah, pepohonan memujimu
burung, ikan, cacing dan coro memujimu
air, tanah, udara dan api memujiMu
alam memujiMu, makhluk memujiMu
namun, masihkah manusia memujiMu,
dan laku jauh dari kemulyaanMu?
Tiada kemulian makhluk,
Tanpa pemulian kepadaMu

Minggu, Oktober 11, 2009

Makna

kala aku sendiri
kalau sepi meyapa
kala senyap merayap
aku pun lelap
dalam kalut kabut
cahay pun tak amampu menembus

tetes-tetes embun tertinggal di ujung daun
menguap oleh sinar mentari
hilang segala sejuk, hilang aroma pagi
datang bising suara menerusuk telinga

bukankah hal itu biasa?
bukanakah itu berulang?
apa yang istimewa?

tiada!
kecuali kita memberi makna.