Pernikahan sebagai sebuah kelahiran kembali juga
mengingatkan kepada sepasang pengantin bahwa mereka tidak sendiri lagi. Ada
orang lain di sampingnya yang akan menemani perjalanan hidupnya. Namun perlu
diingat, bahwa orang lain yang ada di sisi itu bukanlah Hawa yang diciptakan
Allah sedemikian rupa yang saat Adam terbangun dari tidur sudah berada di
sisinya. Orang yang berada di sisi kita sama dengan kita: lahir dari sepasang
laki-laki dan perempuan. Apa maksudnya?
Pasangan kita adalah makhluk yang menyejarah. Ia lahir, tumbuh, berkembang dan menjadi dewasa, lalu bertemu kita. Itu artinya pasangan kita mempunyai sejarah yang berbeda dengan kita. Ia berasal dari ayah dan ibu yang berbeda, keluarga yang berbeda, bahkan juga berasal dari suku dan kebudayaan yang berbeda. Ini artinya, pernikahan tidak hanya menyatukan dua hati, dua jiwa, sepasang kekasih, tetapi juga menyatukan dua keluarga atau bahkan dua kebudayaan.
Pasangan kita adalah makhluk yang menyejarah. Ia lahir, tumbuh, berkembang dan menjadi dewasa, lalu bertemu kita. Itu artinya pasangan kita mempunyai sejarah yang berbeda dengan kita. Ia berasal dari ayah dan ibu yang berbeda, keluarga yang berbeda, bahkan juga berasal dari suku dan kebudayaan yang berbeda. Ini artinya, pernikahan tidak hanya menyatukan dua hati, dua jiwa, sepasang kekasih, tetapi juga menyatukan dua keluarga atau bahkan dua kebudayaan.

