SCRIPTA MANENT VERBA VOLANT

(yang tertulis akan tetap mengabadi, yang terucap akan berlalu bersama angin)

Rumahku Surgaku

Rumah bukan hanya tempat berteduh dari sengat matahari dan derasnya hujan, tetapi ia juga tempat bertumbuh rasa kasih sayang, tempat kembali bersama kehangatan keluarga.

Allah Maha Pemurah

Burung yang keluar dari sangkarnya dengan perut kosong, akan kembali di sore hari dengan perut kenyang. Sungguh Allah Maha Pemuerah kepada semua makhluk-Nya.

Di Atas Langit Masih Ada Langit

Langit hanyalah batas dari ketidakmampuan pandangan mata kita, namun akanl dan iman kita akan selalu mengatakan bahwa masih ada langit di atas langit yang kita lihat.

Jalan Hidup

Jalan hidup tak selamanya datar. kadang ia menaik-turun, berliku dan terjal. Hanya pribadi yang kuatlah yang mampu menempuh jalan itu.

Lebah

Ia hanya makan dari sesuatu yang bersih dan bergizi sehingga ia menghasilkan sesuatu yang bersih dan bergizi pula. ia tak pernah merusak saat mencari makan. ia ada untuk bermanfaat.

Rabu, September 30, 2015

Pernikahan: Menyatukan Dua Kebudayaan


Pernikahan sebagai sebuah kelahiran kembali juga mengingatkan kepada sepasang pengantin bahwa mereka tidak sendiri lagi. Ada orang lain di sampingnya yang akan menemani perjalanan hidupnya. Namun perlu diingat, bahwa orang lain yang ada di sisi itu bukanlah Hawa yang diciptakan Allah sedemikian rupa yang saat Adam terbangun dari tidur sudah berada di sisinya. Orang yang berada di sisi kita sama dengan kita: lahir dari sepasang laki-laki dan perempuan. Apa maksudnya?

Pasangan kita adalah makhluk yang menyejarah. Ia lahir, tumbuh, berkembang dan menjadi dewasa, lalu bertemu kita. Itu artinya pasangan kita mempunyai sejarah yang berbeda dengan kita. Ia berasal dari ayah dan ibu yang berbeda, keluarga yang berbeda, bahkan juga berasal dari suku dan kebudayaan yang berbeda. Ini artinya, pernikahan tidak hanya menyatukan dua hati, dua jiwa, sepasang kekasih, tetapi juga menyatukan dua keluarga atau bahkan dua kebudayaan. 

Template

Ketika saya Blog Walking (BW) ke beberapa blog orang terkenal, salah satunya Armahedi Mahzar, saya melihat template-nya (tampilan) biasa-biasa saja. Mungkin bagi Armahedo, dan mungkin juga bagi sebagaian orang, penampilan blog tidaklah begitu penting. Yang terpenting adalah konten dari blog itu sendiri.

Tidak salah memang berpikir subtansialis, namun kita juga harus ingat semboyan ekonomi, “orang tidak hanya membeli isi, tetapi juga membeli kemasannya. Saya kira itu pula yang berlaku di dunia blogging. Orang tidak hanya melihat dari konten, tetapi kadang orang singgah hanya untuk melihat penampilan blog. Atau orang yang semula tidak berminat membaca namun keran melihat tampilannya menarik, orang pun jadi tertarik membaca. Bukankah salah satu kebahagian penulis adalah ketika tulisannya dibaca orang?

Merubah dan memperindah tampilan blog selain memili manfaat untuk orang lain seperti di atas, juga bermanfaat bagi pemilik blog itu sendiri. Dengan tampilan yang baru dan menarik, sang pemilik blog akan merasa terpuaskan juga. Di sisi lain, dengan penampilan yang baru akan memotivasi seorang blogger untuk menuangkan gagasan-gagasan bermutunya. Masak tampilan blognya bagus isinya gak mutu, apa lagi kalau sampai tidak pernah di-update. Malu kan!
 
Baik isi maupun tampilan haruslah serasi. Ibarat orang, template adalah baju. Jangan sampai baju kita ganti, namun otak kita Dengan demikian, blogging pun menjadi seuatu yang bermanfaat. Meskipun belum bisa bernilai ekonomis, setidaknya seorang blogger mendapatkan kepuasan spitual saat menuangkan gagasannya dalam tulisan dan saat tulisannya dibaca orang.
 
Akhirul kalam, MET BLOGGING.

Kamis, September 17, 2015

(1). Bismillah


Renungan Surat Al-Fatihah

Dalam Islam, kita diajarkan bahwa sebelum melakukan sesuatu kita harus memulainya dengan basmallah, yaitu ucapan bimillharrahmanirrahim,  yang artinya ‘dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha penyayang’. Apa urgensi dari kalimat tersebut sehingga mengharuskan kita untuk mengucapkanya. Bahkan ketika kita lupa mengucapkan basamallah sebelum makan dan baru  ingat saat kita sedang mengunyah, maka saat itu pula kita diperintahkan untuk membaca basamallah, bismillahi awalau wa akhirahu.

Senin, Juli 06, 2015

Alex sang Penjelajah


Tersebutlah ada sebauh pulau, pulau Ura namanya. Di pulau itu ada hutan di mana hidup kawanan kera. Orang menyebutnya kera pulau Ura. Kera di sana sangat bersahabat dengan para wisatawan. Wisatawan pun senang memberi mereka makanan berupa kacang-kacangan, pisang atau buah-buah lainnya.
Namun hubungan yang baik antara manusia dan kera di pulau Ura mulai terusik karena oleh Alex si kera muda. Suatu saat para pengunjung pulau itu diresahkan oleh kawanan kera muda yang sering mengambil makanan mereka dan juga dari warung-warung. Para pengunjung akhirnya mulai resah dan tidak nyaman.

Minggu, Februari 23, 2014

Buku Prof. Damardjati

Alhamdulillah, selama di Jogja beberapa kali mengikuti kajian di mana Prof. Damarjati Supadjar sebagai pembicaranya. Bukan kebetulan, saat membuka data di komputer, saya menemukan buku yang dirilis saat ulang tahun beliau yang bertepatan dengan pensiun beliau dari UGM. Buku tersebut sudah saya upload, dan bagi yang berminat, silahkan unduh di http://www.ziddu.com/download/23589887/KetuhananYHEdanrukunihsan.rar.html

Selasa, Oktober 29, 2013

Suami-Istri

Berbicara tentang pernikahan pastilah berbicara tentang hubungan dua orang manusia yang berasal daru dua keluarga dan dua budaya. Kedunya bertekad bulat untuk menjadi satu dalam sebuah ikatan keluarga. Status keduanya pun sudah berubah, tidak lagi gadis dan jejaka. Mereka kini sepasang suami istri. Mereka berdua kini memiliki 4 orang tua yang harus diletekkan sejajar, dihormati dan disayangi sama baiknya.

Minggu, Oktober 20, 2013

Mengapa Menikah?

Jika ada yang bertanya: di mana kita bisa mendapatkan air yang jernih? Maka aku akan menyarankannya untuk menelusuri sungai hingga ia sampai ke hulu. Di sanalah kita akan menemukan air yang jernih yang langsung dari sumbernya. Apa hubungannya dengan judul di atas? Ada, tapi agak jauh. Saya hanya ingin mengatakan bahwa apabila kita menginginkan sesuatu yang murni, kita harus merujuk pada sumbernya. Lebih jelasnya, ketika akan berbicara tentang pernikahan, maka kita harus merujuk pada sumbernya. Tentu saja dalam hal ini sumber tersebut adalah Al-Quran yang merupakan pitutur Tuhan.