SCRIPTA MANENT VERBA VOLANT

(yang tertulis akan tetap mengabadi, yang terucap akan berlalu bersama angin)

Minggu, Agustus 30, 2009

Rahmat Ramadhan

Ulil Abshar Abdalla pernah melakukan kritikterhadapperilaku umat Islam di bulan ramdhan ini. Menurut dia, prilaku ramadhan umat Islam pada bulan ramdhan seperti para pemain teater. Dia bermain peran dia atas panggung. Para selebriti yang pada bulan-bulandi luar ramadhan berpakaian terbuka, saat ramadhan menampkkan kereligiusannya. Namun sesaat ramadhan berlalu, mereka kembaliseperti semual. Inilah teater. Seorang tukang ojek bisa berperan menjadi seorang raja di atas panggung, sementara setelah tidak bermain teater, kembali dia menjadi tukang ojek.
Selain hal di atas, hal yang disoroti juga berkaitan dengan perilaku boros umat Islam pada bulan ini. Ramadhan yang seharusnya menjadi bulan pembeljaran untuk menahan diri, termasuk juga dari konsumsi berlebihan, justru malah menjdi bulan di mana konsumsi masyarakat meningkat. Ini memang nampak kontras. Dan jika dipandang dari sudut ini, memang hal ini seakan bertentangan dengan apa yang diajarkan oleh Islam itu sendiri. Namun kiranya tidak salah bila kita memandang dari sudaut yang berbeda.

Ramadhan bulan rahamt.
Nabi Muhammad SAW menerangkan kemulian rmadhan sebagai bulan penuh rahmat. Rahmat berarti kasih sayang. Berarti pada bulan ini kasih sayang Allah melimpah pada hamba-hamba-Nya. Pada bulan ini, segalam amal akan dilipatgandakan pahalanyad ari amaln di luar bulan ramadhan. Bahkan amal-amal sunnah diganjar dengan ganjaran amalan-amalan wajib diluar bulan ini. Bahakan tidurnya orang yang berpuaas dalam bula ini juga dihitung sebagi ibadah. Inilah keistimewaan ramadhan.

Dengan kemulian ramadhan seperti digambarkan Nabi tersebut, tidak mengherankan bila banyak orang yang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Beramal shaleh pada bulan ini. Kitasangat bersyukur, setidaknya pada bulan ini tayangan-tayangan televise sangat bernuansa religi sekaligus mendidik dan menyejukkan. Kita juga bersyukur pada bulan ini banyak orang yang bershdakoh, sehingga ke mana kita pergi akan sangat mudah untuk mendapatkan makanan untuk berbuka puasa.

Inilah barokah dan rahmat bulan ramdhan. Jika ramdhan ini adalah sekolah, candradimuka untuk bekal kita selama sebela bulan yang lain, tidak ada salahnya bila kita katakan bahwa sebenarnya sebelas bulan yang lain itu kita gunakan untuk persiapan ramadhan.. sehingga apa-apa yang kita peroleh pada bulan-bulan tersebut, kita gunakan untuk bulan ini. Untung ada bulan ramdhan, sehingga ada ragam yang erbeda dari kehidupan kita, dari liputan-liputan media, dari tayangan-tayangan teleisi. Namun, benar juga kata ulil, setidaknya ini tidak hanya sekedar teater, tetapi harus berlanjut di bulan setelah ramadhan. Itulah kupu-kupu yang keluar dari kompong.

0 komentar:

Posting Komentar